MONOLOG RUMAH

 

 

memperbincangkan rumah

 

Aku katakan kepadamu kawan, tentang sebuah ungkapan yang barangkali benar atau juga bisa salah atau bahkan bisa berada di antara keduanya. “rumah adalah tempat berbiaknya segala bentuk  kemapanan dan kenyamanan, terkadang ia bisa menjadi penghalang bagi semesta perjalanan ini”.

“Bergerak dari zona nyaman ke tempat yang belum pernah atau jarang sekali ke sana. Sangat mungkin tak kau temui  lagi selimut kasih sayang yang mengepak hangat  dari sebentuk sayap bernama  keluarga, tak kau jumpai  lagi tegur sapa dari sobat karib yang riuh meriah bagai kicau Kenari di pagi hari, tak kau dengar lagi simfoni obrolan tetangga  dekat yang puluhan tahun mengisi telinga  , walau kadang juga cekcok dan membuat jengkel”.

“Seluas sabana perjalanan, akan kau petik banyak bunga-bunga kisah. Terkadang harum semerbak melati menyapa lembut dan kau terkesima dalam aromanya, terkadang menyengat laksana bau bangkai hingga menusuk jiwa yang  kadang labil dan kau lari menghindar darinya, atau mungkin kau tebas juga hingga hilang tak bersisa baunya.”

“ Rasanya seperti kau masuk dalam sebuah labirin tak berujung, dan jika kau percaya, disana penuh dengan keagungan, jika kau mampu dan mau untuk terus menelusurinya, tafsirkanlah kawan, apa sebenarnya keagungan yang kumaksud itu. Aku yakin masing-masing dari kita punya perspektif yang berbeda-beda yang bisa saja memunculkan refleksi aneka warna”.

“Kau akan bersinggungan juga dengan fenomena aneh, aku istilahkan melankolia. Yang satu ini kadang hadir dan sekejap menghilang. Ia bisa menjelma berwujud kerinduan akut, yang serta  merta mengepungmu dari segala penjuru, menyeretmu tanpa ampun pada kenangan-kenangan sang lampau. Lalu menjebol dinding pikiranmu untuk pergi sejenak dari kekinian menuju sang lampau, entah bagaimanapun caranya, kau sendiri yang tahu, sedang pada kenyataannya sang lampau itu tak bisa terulang, hanyalah artefak-artefak menempel kuat dalam otakmu”.

Tapi kamu bilang, “rumah bagiku adalah muara dari segala bentuk perjalanan, tak sekedar tempat singgah, kenyamanan dan kemapanan hanyalah satu titik kecil dari pohon kisah kehidupan”.

Advertisements

7 Comments (+add yours?)

  1. 12kesatria
    Jan 23, 2010 @ 21:53:41

    ????….tanda tanya bukan berarti bertannya” atas ketidak pahaman”, tanda tanya hanya mewakilkan PERASAAN.

    Reply

  2. bintangtimur
    Jan 24, 2010 @ 12:49:49

    Rumah adalah tempat yang paling nyaman untuk pulang, tempat orang-orang tercinta berkumpul dan tempat semua masalah akan menemukan jalan keluar karena bisa dibagi pada orang yang tepat… 🙂
    Posting yang indah, Asfan…

    Reply

    • asfanforever
      Jan 24, 2010 @ 15:07:27

      hai bintang timur….
      posting ini merupakan renungan saya tentang konsep rumah yang universal bukan sekedar bangunan fisik semata melainkan sebuah “bangunan interaksi” yang menjadi pondasi awal bagi perjalanan anak manusia.

      Reply

  3. blingbling
    Jan 26, 2010 @ 04:18:56

    rumah merupakan pembentukan jatidiri dan karakter seorang anak. rumah yang slalu hangat dan penuh kasih sayang akan menmbuhkan pribadi yang juga hangat dan bersahaja..

    itu sih yang aku rasakan.

    semoga nanti bisa membangun “rumah” spt yang sudah dilakukan oleh orangtuaku 🙂

    Reply

    • asfanforever
      Jan 26, 2010 @ 05:45:16

      hai blingbling..thanks comentnya…
      ya masing2 dari kita punya persepsi yang berbeda-beda tentang rumah…mungkin ada teman kamu yang mau ikutan berbincang tentang konsep rumah..silahkan saja…:)
      trims kunjungannya…nanti aku akanmainjuga ke blog kamu….:)

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RSS bacaan menarik

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
January 2010
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
%d bloggers like this: