Pulchrum Splendor Est Veritatis

sketsa oleh : asfan okim

Siang yang panas, saya baru saja keluar dari sebuah gedung di daerah Jakarta Pusat, ada pameran karya seni di sana dan teman saya termasukk salah satu pesertanya. Tujuan saya waktu itu adalah ingin membuat sketsa mengenai  salah satu landmark kota Jakarta, yaitu bundaran Hotel Indonesia. kemudian untuk mendapatkan sudut pandang yang menarik saya naik ke jembatan penyeberangan dan mulailah saya mencorat – coret kertas dengan pulpen. Maka jadilah sketsa itu.
Pada awalnya hanyalah sebuah keinginan untuk menggambar salah satu landmark yang cukup familiar itu (salah satu alasannya karena sering dijadikan tempat aksi massa di Jakarta). Sebuah kegiatan waktu senggang menumpahkan hasrat untuk menggambar lepas dari  beban pekerjaan profesi, seperti biasa sketsa itu saya share ke teman-teman melalui jejaring social. Kemudian  banyak yang berkomentar beberapa komentar itu antara lain :;
“ruwet yo kim, koyo asline”
“eh, bagus lho, sulit lho menggambar yang bagian macetnya itu”
Yang lainnya berkomentar seputar “siip, bagus dan seterusnya”
Tentang sketsa yang saya bikin itu, ternyata almarhum Pak Affandi  (salah satu pelukis kesukaan saya) pernah menggambar juga di daerah itu, pada tahun 80-an. Saya tidak tahu persis bagaimana bentuk jadinya lukisan Almarhum Pak Affandi  itu, tetapi dalam sebuah artikel yang saya baca ( di http://www.indonesiaartnews.or.id), Pak Affandi punya cara ungkap  yang berbeda,  di tangan Pak Affandi ikon bunderan air mancur dengan patung selamat datangnya itu di pindah di pojok kiri keluar dari jalan. Saat ditanya, Pak Affandi menjawab  dengan enteng : Biar tidak macet.
Saya kagum dengan cara ungkap Pak Affandi, saya hanya berusaha menangkap dan mengabarkan apa yang saya lihat, sedang Pak Affandi lebih seperti semangat mengkritik keadaan.
Saya melihat lagi sketsa itu. Lebih jauh , saya resapi ,ada yang  menggelitik pikiran saya. Kemegahan ikon landmark dengan arsitektur  bangunan tinggi Hotel Indonesia dan sekitarnya itu, pastilah  bukan sekedar keindahan dalam arti fisik saja.
Bahwa bangunan tinggi yang banyak sekali menjulang di kota – kota besar, mau tidak mau pastilah ingin mengabarkan tentang  sesuatu , boleh jadi sesutatu itu adalah  apa yang ramai diperbincangajan sebagai sebuah kemajuan.  Citra kemajuan ala kota yang seperti ini  merasuk masuk ke dalam benak kebanyakan  orang. Kota dan kemajuan merupakan pertautan yang mengundang decak kagum sekaligus  tanda  tanya?
Menjadi tanda tanya, ketika membaca sebuah kemajuan hanya dilihat dari satu sudut pandang yaitu dalam hal  perkembangan  bangunan dengan arsitektural yang dahsyat memanjakan mata, tanpa dibarengi dengan peningkatan  kualitas hidup penghuninya, dan kualitas hidup tidaklah selalu melulu bicara mengenai ekonomi tapi juga kejiwaan seseorang.
Menjadi tanda tanya, ketika di tengah hiruk pikuk perlombaan membangun bangunan keren, masih menyisakan masalah bagi  sebagian masyarakat mengenai hak memiliki rumah, sehingga masih sering kali terlihat, ada saja tempat – tempat di sudut kota yang sebenarnya bukanlah tempat ideal untuk tempat tinggal.
Sepatutnyalah tidak hanya mengejar keindahan bentuk saja, melainkan juga mempertimbangkan unsur sosio kultur yang berkembang , taruhlah menghindari pembangunan apartemen high class di lingkungan masyarkat padat, karena jelas masyarakat  memang tidak membutuhkan kehadiran apartemen di wilayahnya.
Sebuah buku karya Y. B Mangunwijaya atau lebih dikenal dengan Romo Mangun, yaitu Wastu Citra  bisa menjadi rujukan untuk meneropong sejauh mana  antara bangunan dan jiwa itu seharusnya tecipta hubungan yang erat.  Dalam bukunya, disebutkan bahwa  Total-architecture tidak hanya mengutamakan aspek fisik saja, yang bersifat rasional, teknis, berupa informasi tetapi mengutamakan pula hal-hal yang bersifat transendens, transformasi, pengubahan radikal keadaan manusia. Oleh sebab itu citra merupakan bagian yang sangat penting dalam berarsitektur. Citra menunjuk pada sesuatu yang transendens, yang memberi makna. Arti, makna, kesejatian, citra mencakup estetika, kenalaran ekologis, karena mendambakan sesuatu yang laras, suatu kosmos yang teratur dan harmonis.
Pada akhirnya, keselarasan antara bangunan yang menjadi partikel pembentuk wajah kota dan perkembangan kualitas hidup penghuninya akan menjadi indah dan harmonis jika saja ada keseimbangan di antara keduanya.
Pulchrum Splendor Est Veritatis  : Keindahan Adalah Pancaran dari Kebenaran

Sumber terkait : www.indonesiaartnews.or.id

Advertisements

18 Comments (+add yours?)

  1. bintangtimur
    Oct 26, 2010 @ 10:19:15

    Asfan…akhirnya ada lagi gambar dan posting baru disini…
    Pas baca judulnya, saya nggak ngerti artinya. Tapi begitu baca kalimat terakhir..hehe, ternyata itu to artinya 😀
    Gambar yang kuecil-kuecil *saking kecilnya* dalam sebuah lukisan atau karikatur selalu mengagumkan buat saya…bayangin, kok bisa ya sang pelukis menangkap bagian sekecil itu buat dituangkan dalam lukisan… 😉
    Bagus banget, Asfan!

    Reply

    • asfan
      Oct 27, 2010 @ 04:15:12

      iya bunda…lama gak posting nih… agak mengalami penurunan grafik buat nulis…..tapi dipaksaain bikin tulisan juga, akhirnya nongol dech.judul itu aku dapat dari membaca buku WastuCitra karya Romo Mangun.( belum selesai baca buku itu.. maklum bacanya di toko buku….he2)

      Reply

  2. yuniarinukti
    Oct 27, 2010 @ 06:33:13

    Pak Asfannn…
    Ya Ampun Pak lukisannya keren banget.. saya sih ga bisa menilah sebuah keindahan seni pada lukisan tetapi klo melihat coretan seperti ini apalagi yang ruwet banget saya senang sekali… Dalam hati saya bertanya ‘ Kok ga bingung ya gambar seperti ini?’

    Reply

  3. deq
    Oct 27, 2010 @ 06:48:47

    Uhoo~~ Uhoo~~ sketsanya bagus, jadi pengen belajar gambar sama kak Asfan deh 😛 BTW, ingat keseimbangan jadi ingat sama Yin dan Yang. Meski mereka berbeda, namun tetap saling mendukung 😀

    Reply

  4. alamendah
    Oct 27, 2010 @ 07:22:57

    (Maaf) izin mengamankan KETIGAX dulu. Boleh, kan?!
    Pembangunan infrastruktur seharusnya mempertimbangkan dengan masak masalah lingkungan, baik lingkungan sosial maupun lingkungan alam.
    Salut atas gambarnya yang detail banget

    Reply

  5. mala
    Oct 27, 2010 @ 14:15:04

    Mas asfannnn, saya lagi belajar menginterpretasi gambar coretan tangan.. Mas asfan anak tekhnik atao apa?
    salam kenal Mas, saya takjub sama sketsanya, itu coretan tangan kan? 😉

    Reply

  6. ~jayaros
    Oct 27, 2010 @ 21:02:14

    Tulisan mas asfan ini jelas padaku menggambarkan sebuah ‘sketsa kehidupan yg terjadi di sekitar Hotel Indonesia dan Tugu Selamat Datang kebanggan Bung Karno di zamannya …

    Reply

  7. uni
    Oct 28, 2010 @ 00:09:30

    sketsanya bagus ^_^
    Pulchrum Splendor Est Veritatis : Keindahan Adalah Pancaran dari Kebenaran <- suka sekali kalimat ini, ijin di tulis di buku uni ya?

    Reply

    • asfan
      Oct 29, 2010 @ 00:48:57

      @yuni : ini seni sketsa mbk, kita ada komunitasnya kok lewat Faceebook search aja kalo mau gabung Indonesia’s Sketcher…siip mbk
      @deq : silahkan kawan info grup sketsa ada di fb itu….yang aku tulis diatas
      @alamendah : iya kak, memang begitulah seharusnya
      @mala :yup, aku anak teknik….teknik menggambar…dan betul itu hasil coretan tanganku…maknyusss
      @jayaros :sebetulnya lebih tentang perkembangan kota, kemajuan, dan kondisi manusianya
      @Uni :silahkan…itu kalimat aku dapat dari membaca buku WastuCitra karya Y.B Mangunwijaya…istilah yang dilontarkan Thomas dari Aquinas

      Reply

  8. rosenrain
    Oct 31, 2010 @ 02:49:24

    sy dari awal masuk di blog ini terus bertanya-tanya apa arti dari judulnya,
    dan mendapatkan jawaban yang mencerahkan, suka sekali..
    banyak harga dan nilai yang harus dipertimbangkan, tak hanya rupa..
    sketsanya bagus

    Reply

    • asfan
      Nov 01, 2010 @ 00:54:29

      @rosenrain :yup, seperti halnya jasmani dan rohani, jadi memang harus imbang keduanya, hal ini ternyata berlaku juga dalam tata ruang dan bentuk arsitektural sebagai pembentuk ruang hidup manusia.

      Reply

  9. vany
    Nov 01, 2010 @ 08:30:00

    jadi, dlm hal pembangunan kota jakarta ini, hukum keseimbangan itu tdk berlaku ya, mas?
    kalo gitu protes ajah ke dinas tata kotanya…hahaha

    Reply

    • asfan
      Nov 01, 2010 @ 09:15:27

      @vany : hmmm….ada istilah there is two way of spreading the light, become a candle or a mirror that reflect it.

      sekedar renungan bersama

      mungkin bisa memulai dari hal kecil di sekitar kita. biarkan hal kecil itu menjadi lilin yang menyebarkan cahaya bagi sekitarnya. bayangkan kalo setiap orang bisa dan mampu menjalaninya, bukankah akan menjadi sebuah penyadaran bersama yang lebih membumi.
      kayaknya capek kalo protes terusss xixixi….

      Reply

  10. fitri
    Nov 02, 2010 @ 00:50:06

    Bagus… Liat sketsanya Mas Asfan langsung bisa merasakan sumpeknya Jakarta… 🙂
    Oiya, aku kagum sama Pak Affandi, sama kalian yang jago menggambar ‘n melukis… Sekarang jadi tahu, ternyata menggambar dengan hati membuat hasilnya jadi sarat makna ^_^

    Reply

  11. terapikomik
    Nov 02, 2010 @ 11:45:18

    ini bagian sudut jakarta yang bikin orang ndeso seperti saya ndlongop.
    Monumennya kemudian menyapa, “Selamat datang!”

    Reply

  12. Bibi Titi Teliti
    Nov 07, 2010 @ 03:27:04

    whuaaaaa…
    seperti biasaaaaa…
    gambarnya mas Asfan kereeeeeeen banget 🙂

    *sempet mengerutkan kening dan rada minder baca judulnya…hihihi*
    *untung ada terjemahan nya*

    Reply

    • asfan
      Nov 07, 2010 @ 22:04:30

      @bibi : trims bibi, menggambar sekaligus merenung, mau ke arah mana kota – kota dengan segala kemegahan bangunannya.begitulah yang hendak saya sampaikan

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RSS bacaan menarik

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
October 2010
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
%d bloggers like this: