social media dan tanda tangan di buku

buku terbitan Kriya Pustaka, karya teman bernama Nilla Essy

Senangnya diriku mempunyai buku ini, dan tambah senang karena buku ini pemberian langsung dari sang penulis. woaaaahhh asyik euy. Buku ini tentang Google plus, atau bahasa kerennya adalah G+. Nah apa sih Google plus itu? yep tengok di cover bukunya gan, jelas sekali tertulis SOCIAL MEDIA. Nah apa sih “social media“?  mmmm itu sejenis makanan yang terbuat dari tepung terigu dan gula merah……..wahahahaha…..bukan-bukan itu, social media adalah:

  • Anda harus melek internet
    Anda harus punya komputer, atau laptop atau smartphone
  • Anda harus punya modem
  • Anda “harus” rajin membuat”status”

Naah kira-kira begitulah, mungkin ada yang mau menambahkan boleh lho yah.Terus kenapa “elu” mesti punya social media. Kira-kira seperti itulah pertanyaannya teman saya. Lalu dengan serta-merta saya jawab  sekenanya:

  • Social media membuat anda menjadi lebih keren (like this yo)
  • Social media membuat anda menjadi lebih gaul dan banyak teman (like this yo)
  • Social media membuat anda bisa mempromosikan produk atau jasa yang anda miliki (like this yo)
  • Social media membuat anda mempunyai grup sesuai hobi atau kegemaran anda (like this yo)
  • Social media membuat anda menjadi EKSIS…..(like this yo)

Tuuuh kan kereen kan kalo aktif di social media.

Jadi apa sih sebenarnya social media itu, jawabannya ada di buku itu, jadi belilah hahahah2….garuk-garuk mikir definisi social media XD  oh saya tahu social media itu adalah facebook, twitter, dan tentu saja GOOGLE PLUS. “Elu” gak tahu yah kemaren ada cewek kehilangan nyawanya gara-gara kencan buta dengan kenalan dari social media ituh loh, hayo gimana kalo yang begitu?   hadeuh saya garuk garuk kepala lagi, waah kalo yang itu yaa sebenarnya social media itu tergantung pemakainya sih (pembelaan yang cukup beralasan bukan he2)

Eh ini kan mau nulis resensi tentang buku teman saya itu yah, hmmm jadi begini (kebanyakan jadi begini euy) secara isi buku tersebut memuat apa dan bagaimana Google Plus itu berada di kehidupan orang-orang sekarang ini. Penjelasannya cukup rinci meliputi fitur (fasilitas) apa saja yang bisa digunakan oleh pengguna G+ dan manfaatnya. Buku ini juga membahas mengenai kelemahan G+, nah loh ada kelemahan juga?  ya iyalah itu kan cuma bikinan manusia pastilah secanggih apapun akan ada kelemahannya

Cover buku ini sangatlah menjual, dari sudut pandang marketing ^_^, judul yang digunakan sangatlah provokatif, lihat saja Google Plus “social media masa depan pengganti facebook dan twitter” , buku ini kalo dibaca Mark itu yang bikin facebook pasti langsung “tak sobek-sobek”, iya nggak sih? ah au ah glap.

Lay out yang disajikan simple, tapi kok ya cuman hitam putih doang gambarnya, kan jadi gak seru dong Nilla. “hadeuh elu tuh ya, sudah dikasih, gratis, bonus tanda tangan aseli dari penulis, gak usah pergi ke toko, gak usah keluar duit, gak usah ketemu satpam toko buku, eeeh masih saja cereeewwett. ….tanya sama penerbit sana!…..kujitak jadi ganteng baru tahu rasa ya”….. wahahaha.

tanda tangan Nilla, merupakan contoh eksistensi seseorang

Oh ya kata-kata yang paling menarik buat saya  dari social media tadi adalah eksis, wow ini semacam harta yang berharga, apalagi di jaman banjir informasi sekarang ini, orang dengan cepat menemukan informasi yang datang dan pergi begitu cepat. Orang bisa dengan mudah meraih ketenarannya tetapi pada saat yang sama sangat mudah untuk dilupakan. wow benar gak sih? teringat kata-kata seniman Pop Art Andy Warhol pada masa hidupnya dulu pernah nyelethuk begini “di masa depan orang-orang akan terkenal dalam masa beberapa detik saja”  nah loh.

Hmm ngomongin eksistensi, teman saya ini telah memulainya dengan menulis dan menerbitkan buku. Dan salah satu bukti eksistensinya selain buku google plus karyanya, juga sebuah tanda tangan yang dia goreskan pada halaman awal  bukunya sebagai pemberian kepada saya (yang  juga kepengen nulis buku “comic” tapi belum dilaksanakan). Oh ya hampir lupa, kelemahan social media adalah terletak pada sifat manusia sebagai makhluk sosial itu sendiri, artinya secanggih apapaun hubungan yang terjalin melalui social media, sebagai manusia dia tetap tidak bisa lepas dari kebutuhan untuk bertemu langsung dalam arti sebenarnya tidak dibatasi sekat layar monitor video streaming atau chating, buktiya masih ada tradisi pulang kampung lebaran di Indonesia yang mempertemukan banyak sekali manusia yang telah terpisah jauh. Jadi social media hanyalah sebuah cara yang lain bagi kehidupan manusia moderen saat ini untuk berinteraksi satu sama lain.
Bagaimanapun juga viva Nilla, ditunggu buku berikutnya, ditunggu gratisannya lagi…he2..siiip ^_^

Advertisements

2 Comments (+add yours?)

  1. juminten
    Jan 18, 2012 @ 05:53:06

    Ahahaha… aku salah nulis tahun. Maaph yak. XD
    Thx bukunya sudah dibaca dan direview. ;P

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RSS bacaan menarik

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
January 2012
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
%d bloggers like this: