Nuansa teduh Arfial Arsad Hakim

image

Nuansa Alam Pedesaan dengan latar belakang Merapi-Merbabu, oil on canvas dibuat tahun 2007, karya Pak Arfial

Belakangan saya teringat akan suatu hal yang lama sekali dan jarang ditemukan di dalam keseharian. Setelah disibukkan oleh aktifitas ala karyawan, disibukkan dengan deru ambisi dan keinginan bagai hanyut dalam ombak.
Satu kata yang seringkali terlewat adalah keteduhan Yang saya maksud disini merupakan sebuah kiasan mengenai hasil atau efek dari “memandang”. Memandang sekitar yang terus mengalami perubahan dengan cukup cepat atau dalam bahasa kerennya adalah dinamis, tentu akan menimbulkan input ke dalam jiwa dan pikiran seseorang untuk kemudian diteruskan menjadi banyak sekali sinyal-sinyal pendapat, pertanyaan, atau mungkin saja hanya lewat dan tidak menghasilkan apa-apa.

Ketika terjadi saat-saat yang kurang bersahabat (kelelahan baik fisik atau psikis) orang akan mencari sebentuk pelarian sejenak, melupakan sebentar saja tumpukan kelelahan itu, mencari oase untuk menyegarkan kembali insting berpikir dan bertarung untuk menghadapi keadaan keseharian. Untuk urusan yang satu ini kadang saya suka mengunjungi galeri seni, kenapa begitu? yah karena saat mengunjungi galeri seni ketika ada pameran di sana, keadaanya relatif lengang (biasanya pameran seni hanya ramai saat acara pembukaan saja), saya suka sekali keadaan seperti itu, perasaan dunia ini menjadi lega dan tidak sumpek he…he…he (teduh).

Lalu apa hubunganya galeri seni dan keteduhan. Baiklah saya akan ceritakan mengenai sebuah lukisan yang cukup teduh untuk dilihat dan dirasakan. Lukisan itu karya dari seorang pelukis yang juga berkarir sebagai dosen di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Beliau adalah Arfial Arsad Hakim, kelahiran Medan 11 Juli 1950. Saya memang tidak pernah mendapat pengajaran dari beliau semasa kuliah dulu di UNS Maklum jurusan yang saya ambil tidak memungkinkan ada mata kuliah lukis. Akan tetapi hal itu tidak menutup saya untuk menyerap manfaat dari sebuah karya lukis.
Nah ketika pertama kali saya melihat lukisan Pak Arfial ini, kesan yang saya dapatkan adalah “keteduhan”. Mengapa begitu? Ya lukisan Pak Arfial menyuguhkan rekaman mengenai alam dengan gunung, sawah dan lingkungannya, tapi yang membuat saya terpana adalah cara ungkapnya yang beda.
Alam pegunungan tidak disuguhkan secara riil dan mendetil seperti halnya lukisan pemandangan pada umumnya melainkan diolah menjadi permainan gradasi warna yang lembut, membuat saya betah memandangi lukisan karya Pak Arfial ini, lalu bergumam sendiri hmmm benar-benar Nuansa Teduh.

Advertisements

3 Comments (+add yours?)

  1. Mahasiswa Pak Arfi
    Mar 23, 2012 @ 09:09:18

    Sebagai mahasiswa beliau saya pernah mendapat tugas untuk mewancarai beliau. Pada waktu itu Beliau berbicara panjang lebar tentang perjalanan hidupnya. Sungguh pribadi yang patut dihormati dan dicontoh dalam semangat berkarya.
    Salam

    (Ngomong-ngomong itu tanggal lahirnya salah ketik bang bukan 1995, tp 1950).

    Reply

  2. Afni Arsyad Hakim
    May 23, 2013 @ 05:54:15

    terima kasih atas apresiasinya 🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RSS bacaan menarik

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
February 2012
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  
%d bloggers like this: