Melodi Kebersamaan Ketoprak Ucil

image

Sajian ketoprak Ucil bisa jadi sebuah pemantik untuk tumbuhnya kebersamaan yang cukup asyik dan menghibur diantara atmosfer gegap gempita perantauan dan kerinduan kampung halaman.

Ucil, begitulah dia memasang nama panggilannya menjadi trade mark makanan ketoprak yang dia jajakan. Gerobaknya dengan setia mangkal di komplek perumahan Eka Bakti , Pondok Jagung Serpong. Makanan ketoprak ini terdiri atas komposisi ketupat, tahu, bihun dan toge rebus disiram sambel kacang.

Ucil bukan nama sebenarnya, adalah pemuda perantauan dari Boyolali yang mulai berjibaku di Jakarta sejak tahun1997, dengan bekerja di proyek bangunan sebelum  akhirnya alih profesi sebagai penjual ketoprak.

Harga sepiring ketoprak bikinannya cuma Rp 6000,- cukup mengenyangkan perut sekelas orang rantau seperti saya. Selain kenyang untuk perut,  celoteh renyah yang spontan dari Ucil ikut memberi asupan gizi rohani yang lezat untuk mengatasi rasa lapar bersosialisasi. Maklum menjadi warga pendatang memang butuh penerimaan dari warga asli. Pembauran terkadang menemui kendala, tapi hal itu sepertinya tidak berlaku bagi Ucil.

Saya melihat Ucil memainkan peran kecil tapi berdampak nyata untuk upaya pembauran dan hidup bersosial lewat jalur berdagang makanan.  Ucil menyajikan melodi menarik dalam balutan customer care ala jualan ketoprak. Melalui gerobaknya Ucil memainkan secara mengalir nada kebersamaan lewat candaan sambil meracik makanan contohnya seperti celotehnya di bawah ini:
“kelas berapa nih? Beberapa saat saya sebagai pembeli bingung mengenai maksud pertanyaan  ini apa yah? Lalu dengan cekatan tangan lincah Ucil mengambil sejumput cabai rawit merah dan baru setelah itu saya tahu maksudnya, yaitu kelas berapa untuk menentukan jumlah cabai yang dikehendaki dalam satu porsi ketoprak. Semakin banyak cabai rawitnya semakin tinggi pula hitungan kelasnya.

Pada kesempatan lainnya Ucil melancarkan strategi tegur sapa yaitu jika sedang ada yang melintas di depan gerobaknya maka Ucil sering menyapa dengan kadang sedikit menggoda jahil tetapi tidak kurang ajar sehingga membuat yang lewat tersenyum dan bahkan membalas dengan ledekan.

Konsumen ketoprak Ucil juga mendapatkan pelayanan ekstra berbentuk kerupuk yang oleh Ucil dipersilahkan mengambil sendiri di kaleng jika kerupuk yang dia taruh di piring porsi dirasa kurang oleh konsumen.

Ketoprak Ucil merupakan sebuah fragmen yang bertutur tentang ketekunan, keuletan, dalam kerangka kebersamaan bersahaja yang unik dan tangguh serta luwes dalam menghadapi gerak hidup kaum perkotaan yang seringkali mendewakan individualisme kaku. Melodi kebersamaan mengalun lembut menyertai perut yang kenyang.

Posted from WordPress for Android

Advertisements

1 Comment (+add yours?)

  1. jamakanimation
    Jun 29, 2012 @ 12:43:34

    Jadi terkenang masa-masa di belakang,
    WTC Matahari Serpong :}

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RSS bacaan menarik

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
March 2012
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
%d bloggers like this: